Buku Khadijah Teladan Agung Wanita Mukminah Expand

Buku Khadijah Teladan Agung Wanita Mukminah

Insan Kamil

New

Detail 

Judul : Ummul Mu’minin Khadijah Bintu Khuwailid Al-Matsal Al-A’la Lin Nisa Al-Alamin
Penulis : Ibrahim Muhammad Hasan Al-Jamal
Penerbit Insan Kamil
Isi : 310 Halaman
Ukuran : 15,5 cm x 23,5 cm
Berat : 600 gram
Cover Hardcover

Sinopsis :

Buku ini mengisahkan biografi dan perjalanan salah satu wanita paling mulia yaitu ibunda kaum mukminin Khadijah Bintu Khuwailid radhiyallahu ‘anha. Cuplikan Isi Buku :
Garis Keturunan Khadijah Radhiyallahu Anhu
Khadijah dilahirkan dari keluarga Quraisy yang mulia dan sangat terhormat. Ayahnya adalah Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza, sedangkan Abdul Uzza adalah saudara Abdu manaf, salah seorang kakek nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Keduanya adalah anak Qushay bin Kilab. Dari sini, garis keturunan Khadijah bertemu Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pada kakek ke empat yaitu Qushay bin Kilab.
Khuwailid adalah komandan perang yang memimpin manusia dalam perang Fijar. Di rumahnya , ia menjadi ayah dari tokoh-tokoh Quraisy, ayah Khadijah Ummul Mukminin, haalah ibu Abul ‘Ash menantu Rasulullah, Raqiqah ibu Umaimah binti bujad bin Umair bin bani Tamim bin Murrah dan Al-Awamil bin Hal, Hizam bin Khuwailid, dan Naufal bin Khuwailid, salah seorang singa Quraisy pada perang Al-Muthayyibin.
Sejarah tidak bisa melupakan peran Khuwailid dalam menghadang Tubba’ Al-Akhiru, raja Yaman. Ketika berangkat ke Mekkah untuk berhaji dan dengan pongahnya ingin mengambil hajar aswad. Dengan keberaniannya, Khuwailid menemui dan menghujat raja tersebut tentang akibat dari tindakannya, ia menjelaskan bahwa tindakannya sangat berisiko dan mengundang laknat dari langit, karena Tuhan yang menguasai Bait Al-‘Atiq tidak tinggal diam dan akan melaknatnya sampai binasa.
Khuwailid dan orang-orang bersamanya berdiri dihadapan raja. Akibatnya raja dipenuhi rasa takut dan cemas, kekhawatiran mulai merasuki dirinya dan berfikir panjang tentang akibat yang akan dia terima jika dia nekat melakukannya. Hingga, ketika malam menjelang dan hendak tidur, bayangan akan ancaman Khuwailid menghantui pikirannya, sampai pikiran tersebut terbawa dalam alam bawah sadarnya dan bermimpi buruk. Hla itu mencegah dirinya untuk nekat melakukan aksinya dan memperingatkannya akan laknat yang ia terima, maka tidak ada jalan lain kecuali ia harus melupakan keinginannya.

Berat: 0.60 kg

Rp‎ 75.000

Pengiriman ke seluruh Indonesia

Ekspedisi JNE, POS, Wahana, Sicepat

Garansi 100% Produk Original

Pembelian Aman dan Nyaman